Teringat
tentang sebuah pertanyaan yang sempat diajukan ketika saya sedang
mengikuti pelatihan APN (Asuhan Persalinan Normal) beberapa hari yang lalu.
Berikut pertanyaannya “dalam masyarakat kita
seringkali ibu-ibu yang hendak menghadapi persalinan meminum rumput siti
fatimah, adakah manfaat dari penggunaan rumput tersebut?”
pertanyaan yang menarik bukan?
Sebab itu dsini kita akan menguraikan
sedikit tentang rumput siti fatimah
Rumput Fatimah yang dalam bahasa Arab
disebut dengan Kaf Mariyam (telapak tangan Mariyam) dikenal juga dengan sebutan
Selusuh Fatimah atau Rumput Siti Fatimah (Labisia
Pumila) yang biasa ditemukan di Gurun Sahara, kawasan Arab, dan
Timur Tengah antara lain Afrika Utara, Jordania, Iran, Irak, Israel, Mesir,
Palestina, dan Pakistan. Oleh sebab itu, tanaman itu cukup populer di kalangan
jamaah yang melaksanakan ibadah haji, juga di kalangan para peziarah yang
berkunjung ke Yerusalem.
Bagian dari tanaman ini yang sering
digunakan adalah akarnya, yaitu dengan cara direndam dan meminum airnya.
Rumput siti fatimah boleh diminum pada saat
hendak menghadapi persalinan yakni
apabila ibu sudah memasuki kala I fase aktif (yakni apabila pembukaanya sudah
besar) hal ini dikarenakan rumput
tersebut mengandung suatu zat sejenis oksitosin yang dapat memicu kontraksi rahim
dan hendaknya kita harus memperhatikan dosisnya, meskipun sulit bagi kita untuk
menentukan seberapa besar dosis yang terkandung dalam rumput tersebut, tetapi
ada baiknya bila kita minum sedikit saja terutama bila rumput tersebut masih
baru (pertama kali) direndam karena masih memiliki konsentrasi yang cukup
tinggi.
meskipun pada
beberapa kasus sangat membantu proses persalinan, sebaiknya berhati-hati ketika
hendak mengkonsumsi rumput fatimah ini dan upayakan berkonsultasi dengan dokter/bidan
Anda terlebih dahulu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar