wellcome to my blog..

wellcome to my blog...

Sabtu, 03 Desember 2011

Sekilas Tentang Syok


Kata “syok” sudah tak asing lagi bagi kita karena penggunaanya sudah cukup sering dalam percakapan sehari-hari. Tapi tahukah kita apa makna “syok” itu sendiri dan kondisi yang bagaimana yang disebut “syok”??
Sebelum membahasnya coba deh kita bedakan penggunaan kata-kata syok dalam dua kalimat berikut:
  1. “aduuuh gue gak sanggup ngadepin tuh dosen.. syok berat gue !!”
  2.  “Dok, pasien B mengalami syok”
Coba deh perhatiin lagi kalimat diatas, Adakah bedanya?? he

Daripada pusing yuuuk kita simak :

Syok merupakan suatu  keadaan dimana pasokan darah tidak mencukupi untuk kebutuhan organ-organ di dalam tubuh yang mengakibatkan penurunan kritis perfusi jaringan vital atau menurunnya volume darah yang bersirkulasi secara efektif.


Menurut etiologinya syok terbagi menjadi 4 katagori :
  1. Syok hipovolemik terjadi apabila ada defisit volume darah ≥15%, sehingga menimbulkan ketidakcukupan pengiriman oksigen dan nutrisi ke jaringan dan penumpukan sisa-sisa metabolisme sel. Berkurangnya volume intravaskular dapat diakibatkan oleh kehilangan cairan tubuh secara akut atau kronik, misalnya karena oligemia, hemoragi, atau kebakaran.
  2. Syok kardiogenik terjadi apabila jantung gagal berfungsi sebagai pompa untuk mempertahankan curah jantung yang memadai.
  3. Syok distributif disebabkan oleh maldistribusi aliran darah karena adanya vasodilatasi perifer sehingga volume darah yang bersirkulasi secara efektif tidak memadai untuk perfusi jaringan.
  4. Syok Obstruktif hambatan sirkulasi oleh obstruksi intrinsik atau ekstrinsik. Emboli paru, robekan aneurisma dan tamponade perikard.

Etiologi
Etiologi spesifik dari syok masih belum diketahui dengan pasti, tetapi syok dapat terjadi karena stres yang serius, misalnya karena trauma yang hebat, kegagalan jantung, perdarahan, terbakar, anestesi, infeksi berat, obstruksi intestinal, anemia, dehidrasi, anafilaksis, dan intoksikasi.

Tanda Klinik
Tanda klinik syok bervariasi tergantung pada penyebabnya. Secara umum, tanda kliniknya dapat berupa apatis, lemah, membrana mukosa pucat, kualitas pulsus jelek, respirasi cepat, temperatur tubuh rendah, tekanan darah rendah, capillary refill time lambat, takikardia atau bradikardia (kucing), oliguria, dan hemokonsentrasi (kecuali pada hemoragi).
Tekanan arteri rendah, membrana mukosa pucat, capiilarity refill time (CRT) lambat (>2 detik), temperatur rektal rendah atau normal, takipnea, dan ekstremitas terasa dingin merupakan tanda klinik syok kardiogenik dan hipovolemik. Untuk membedakan syok kardiogenik dengan syok hipovolemik dibutuhkan anamnesis lengkap dan evaluasi jantung.
Pasien yang mengalami syok septik awal, membrana mukosanya mungkin masih merah, CRT cepat (<1 detik), takikardia, demam, dan terasa hangat saat disentuh. Pada perkembangan selanjutnya, membrana mukosa tampak “keruh”, CRT bertambah lambat (>2 detik), pulsus menjadi lemah, dan ekstremitas menjadi dingin. Gambaran unik terjadi pada syok distributif pada kucing yang seringkali menunjukkan bradikardia daripada tekikardia.

Diagnosis
  1. hipotensi. Tanda-tanda vital ortostatik mungkin normal pada individu hipovolemik, atau individu normal dapat memperlihatkan perubahan-perubahan ortostatik. Jadi gunakan pertimbangan klinis. Sebagai tambahan, ingesti alkkohol, makan, atau usia lanjut  dapat menyebabkan perubahan-perubahan ortostatik dalam TD dan nadi.
  2. penurunan diastolic ortostatik sebesar 10 sampai 20 mmHg atau peningkatan nadi sebesar 15 detak/menit daianggap ‘bermakna’
  3. periksa tanda-tanda vital ortostatik, berbaring dan setelah berdiri selama 1-2 menit.
  4. Takikardia biasanya ada tetapi mungkin tidak didapatkan bila ada iritasi diafragma, yang menyebabkan stimulasi vagal.
  5. Hipoperfusi ditandai oleh berkurangnya jumlah urin, daya piker menurun, ekstremitas dingin, bercak-bercak, dll.
  6. Tujuan resusitasi adalah untuk mempertahankan jumlah urin antara 30-60ml/jam.

Trus gimana penangananya??
Penanganan Syok
Tujuan penanganan syok tahap awal adalah mengembalikan perfusi dan oksigenasi jaringan dengan mengembalikan volume dan tekanan darah. Pada syok tahap lebih lanjut, pengembalian perfusi jaringan saja biasanya tidak cukup untuk menghentikan perkembangan peradangan sehingga perlu dilakukan upaya menghilangkan faktor toksik yang terutama disebabkan oleh bakteri.
Pemberian oksigen merupakan penanganan yang sangat umum, tanpa memperhatikan penyebab syok. Terapi lainnya tergantung pada penyebab syok.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar