Sebagai seorang wanita tentu kita ingin
memiliki peran sebagai seorang ibu, begitu indah panggilan sebagai ‘ibu’, ‘mama’, ‘umi’ apalagi bila yang memanggil
kita adalah seoarang anak yang terlahir dari rahim kita yang merupakan darah
daging kita sendiri.
Untuk menjadi seorang ibu begitu banyak
proses yang harus kita jalani, salah satunya proses persalinan yang kerap kali
menimbulkan rasa yang bercampur aduk, ada rasa bahagia, khawatir, cemas, takut,
dan masih banyak rasa-rasa lainya (Hahaha ada rasa stroberi gak yaaa).
Oleh sebab itu dalam postingan kali ini saya
akan mengulas sedikit tentang persalinan.
Cekiidot….
Pengertian
persalinan
Persalinan adalah
suatu proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup dari dalam uterus
melalui vagina ke dunia luar (Sarwono, 1999).
Persalinan adalah
proses pengeluaran hasil konsepsi (janin dan uri) yang telah cukup bulan atau
dapat hidup di luar kandungan melaui jalan lahir atau melalui jalan lain,
dengan bantuan atau tanpa bantuan (kekuatan sendiri). (Ida Bagus Gde Manuaba,
1998).
Serangkaian kejadian
yang berakhir dengan pengeluaran bayi yang cukup bulan atau hampir cukup bulan,
disusul dengan pengeluaran plasenta dan selaput janin dari tubuh ibu (Sulaiman,
1983)
Dalam mekanismenya
persalinan dibagi menjadi 4 kala (Sarwono,2001) yaitu :
1. Kala I Dimulai dari
saat persalinan mulai sampai pembukaan lengkap (10 cm). Proses ini terbagi
dalam 2 fase; fase Latent (8 jam) serviks membuka sampai 3 cm dan fase aktif
(7) jam serviks membuka dari 3 sampai 10 cm. Kontraksi lebih kuat dan sering
selama fase aktif.
2. Kala II Dimulai dari
pembukaan lengkap (10 cm) sampai bayi lahir. Proses ini biasanya berlangsung 2
jam pada primi dan 1 jam pada multi.
3. Kala III Dimulai segera
setelah bayi lahir sampai lahirnya plasenta, yang berlangsung tidak lebih dari
30 menit.
4. Kala IV Dua sampai
empat jam pertama setelah melahirkan, waktu dimana kemungkinan terjadinya
bahaya terbesar hemoragi.
Ada 3 faktor penting yang memegang peranan pada
persalinan, yakni :
1. kekuatan-kekuatan yang
ada pada ibu seperti kekuatan his dan kekuatan mengedan
2. keadaan jalan lahir
3. janinya sendiri
Trus apa sih yang
menjadi tanda dan gejala dimulainya persalinan?
Tanda dan gejala
dimulainya persalinan :
© Penipisan dan pembukaan
serviks
© Kontraksi uterus yang
mengakibatkan perubahan serviks (frekuensi minimal 2 kali dalam 10 menit)
© Cairan lender bercampur
darah (“show”) melalui vagina
Nah bila ibu mulai
merasakan salah satu tanda diatas, ada baiknya ibu segera datang ke bidan atau
tempat pelayanan kesehatan terdekat.
Bila sudah memasuki
inpartu (dimulainya persalinan) ibu akan mulai dibimbing untuk mengedan, ada 2 cara mengedan yang dianjurkan, yakni :
1. Letak berbaring
merangkul kedua pahanya sampai batas siku. Kepala sedikit diangkat, sehingga
dagunya mendekati dadanya dan ia dapat melihat perutnya.
2. Sikap seperti di atas,
tetapi badan dalam posisi miring ke kiri atau ke kanan, tergantung pada letak
punggung anak. Hanya satu kaki dirangkul, yakni kaki yang berada di atas.
Sebagai tambahan, pada
saat meneran hendaknya ibu meneran ke arah bawah jangan ditahan di leher dan
ikuti petunjuk tim medis yang menolong.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar