wellcome to my blog..

wellcome to my blog...

Minggu, 04 Desember 2011

Rumput Siti Fatimah dan Proses Persalinan



Teringat  tentang sebuah pertanyaan yang sempat diajukan ketika saya sedang mengikuti pelatihan APN (Asuhan Persalinan Normal)  beberapa hari yang lalu.
Berikut pertanyaannya “dalam masyarakat kita seringkali ibu-ibu yang hendak menghadapi persalinan meminum rumput siti fatimah, adakah manfaat dari penggunaan rumput tersebut?”
pertanyaan yang menarik bukan?
Sebab itu dsini kita akan menguraikan sedikit tentang rumput siti fatimah

Rumput Fatimah yang dalam bahasa Arab disebut dengan Kaf Mariyam (telapak tangan Mariyam) dikenal juga dengan sebutan Selusuh Fatimah atau Rumput Siti Fatimah (Labisia Pumila) yang biasa ditemukan di Gurun Sahara, kawasan Arab, dan Timur Tengah antara lain Afrika Utara, Jordania, Iran, Irak, Israel, Mesir, Palestina, dan Pakistan. Oleh sebab itu, tanaman itu cukup populer di kalangan jamaah yang melaksanakan ibadah haji, juga di kalangan para peziarah yang berkunjung ke Yerusalem.
Bagian dari tanaman ini yang sering digunakan adalah akarnya, yaitu dengan cara direndam dan meminum airnya.
Rumput siti fatimah boleh diminum pada saat hendak menghadapi persalinan  yakni apabila ibu sudah memasuki kala I fase aktif (yakni apabila pembukaanya sudah besar) hal ini  dikarenakan rumput tersebut mengandung suatu zat sejenis oksitosin yang dapat memicu kontraksi rahim dan hendaknya kita harus memperhatikan dosisnya, meskipun sulit bagi kita untuk menentukan seberapa besar dosis yang terkandung dalam rumput tersebut, tetapi ada baiknya bila kita minum sedikit saja terutama bila rumput tersebut masih baru (pertama kali) direndam karena masih memiliki konsentrasi yang cukup tinggi.

meskipun pada beberapa kasus sangat membantu proses persalinan, sebaiknya berhati-hati ketika hendak mengkonsumsi rumput fatimah ini dan upayakan berkonsultasi dengan dokter/bidan Anda terlebih dahulu.

Sabtu, 03 Desember 2011

Persalinan


 
Sebagai seorang wanita tentu kita ingin memiliki peran sebagai seorang ibu, begitu indah panggilan sebagai ‘ibu’,  ‘mama’, ‘umi’ apalagi bila yang memanggil kita adalah seoarang anak yang terlahir dari rahim kita yang merupakan darah daging kita sendiri.
Untuk menjadi seorang ibu begitu banyak proses yang harus kita jalani, salah satunya proses persalinan yang kerap kali menimbulkan rasa yang bercampur aduk, ada rasa bahagia, khawatir, cemas, takut, dan masih banyak rasa-rasa lainya (Hahaha ada rasa stroberi gak yaaa).
Oleh sebab itu dalam postingan kali ini saya akan mengulas sedikit  tentang persalinan.
Cekiidot….



Pengertian persalinan
Persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup dari dalam uterus melalui vagina ke dunia luar (Sarwono, 1999).
Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi (janin dan uri) yang telah cukup bulan atau dapat hidup di luar kandungan melaui jalan lahir atau melalui jalan lain, dengan bantuan atau tanpa bantuan (kekuatan sendiri). (Ida Bagus Gde Manuaba, 1998).
Serangkaian kejadian yang berakhir dengan pengeluaran bayi yang cukup bulan atau hampir cukup bulan, disusul dengan pengeluaran plasenta dan selaput janin dari tubuh ibu (Sulaiman, 1983)

Dalam mekanismenya persalinan dibagi menjadi 4 kala (Sarwono,2001) yaitu :
1.      Kala I Dimulai dari saat persalinan mulai sampai pembukaan lengkap (10 cm). Proses ini terbagi dalam 2 fase; fase Latent (8 jam) serviks membuka sampai 3 cm dan fase aktif (7) jam serviks membuka dari 3 sampai 10 cm. Kontraksi lebih kuat dan sering selama fase aktif.
2.      Kala II Dimulai dari pembukaan lengkap (10 cm) sampai bayi lahir. Proses ini biasanya berlangsung 2 jam pada primi dan 1 jam pada multi.
3.      Kala III Dimulai segera setelah bayi lahir sampai lahirnya plasenta, yang berlangsung tidak lebih dari 30 menit.
4.      Kala IV Dua sampai empat jam pertama setelah melahirkan, waktu dimana kemungkinan terjadinya bahaya terbesar hemoragi.

Ada 3 faktor penting yang memegang peranan pada persalinan, yakni :
1.      kekuatan-kekuatan yang ada pada ibu seperti kekuatan his dan kekuatan mengedan
2.      keadaan jalan lahir
3.      janinya sendiri

Trus apa sih yang menjadi tanda dan gejala dimulainya persalinan?
Tanda dan gejala dimulainya persalinan :
©      Penipisan dan pembukaan serviks
©      Kontraksi uterus yang mengakibatkan perubahan serviks (frekuensi minimal 2 kali dalam 10 menit)
©      Cairan lender bercampur darah (“show”) melalui vagina
Nah bila ibu mulai merasakan salah satu tanda diatas, ada baiknya ibu segera datang ke bidan atau tempat pelayanan kesehatan terdekat.

Bila sudah memasuki inpartu (dimulainya persalinan) ibu akan mulai dibimbing untuk mengedan,  ada 2 cara mengedan yang dianjurkan, yakni :
1.      Letak berbaring merangkul kedua pahanya sampai batas siku. Kepala sedikit diangkat, sehingga dagunya mendekati dadanya dan ia dapat melihat perutnya.
2.      Sikap seperti di atas, tetapi badan dalam posisi miring ke kiri atau ke kanan, tergantung pada letak punggung anak. Hanya satu kaki dirangkul, yakni kaki yang berada di atas.
Sebagai tambahan, pada saat meneran hendaknya ibu meneran ke arah bawah jangan ditahan di leher dan ikuti petunjuk tim medis yang menolong.




Sekilas Tentang Syok


Kata “syok” sudah tak asing lagi bagi kita karena penggunaanya sudah cukup sering dalam percakapan sehari-hari. Tapi tahukah kita apa makna “syok” itu sendiri dan kondisi yang bagaimana yang disebut “syok”??
Sebelum membahasnya coba deh kita bedakan penggunaan kata-kata syok dalam dua kalimat berikut:
  1. “aduuuh gue gak sanggup ngadepin tuh dosen.. syok berat gue !!”
  2.  “Dok, pasien B mengalami syok”
Coba deh perhatiin lagi kalimat diatas, Adakah bedanya?? he

Daripada pusing yuuuk kita simak :

Syok merupakan suatu  keadaan dimana pasokan darah tidak mencukupi untuk kebutuhan organ-organ di dalam tubuh yang mengakibatkan penurunan kritis perfusi jaringan vital atau menurunnya volume darah yang bersirkulasi secara efektif.


Menurut etiologinya syok terbagi menjadi 4 katagori :
  1. Syok hipovolemik terjadi apabila ada defisit volume darah ≥15%, sehingga menimbulkan ketidakcukupan pengiriman oksigen dan nutrisi ke jaringan dan penumpukan sisa-sisa metabolisme sel. Berkurangnya volume intravaskular dapat diakibatkan oleh kehilangan cairan tubuh secara akut atau kronik, misalnya karena oligemia, hemoragi, atau kebakaran.
  2. Syok kardiogenik terjadi apabila jantung gagal berfungsi sebagai pompa untuk mempertahankan curah jantung yang memadai.
  3. Syok distributif disebabkan oleh maldistribusi aliran darah karena adanya vasodilatasi perifer sehingga volume darah yang bersirkulasi secara efektif tidak memadai untuk perfusi jaringan.
  4. Syok Obstruktif hambatan sirkulasi oleh obstruksi intrinsik atau ekstrinsik. Emboli paru, robekan aneurisma dan tamponade perikard.

Etiologi
Etiologi spesifik dari syok masih belum diketahui dengan pasti, tetapi syok dapat terjadi karena stres yang serius, misalnya karena trauma yang hebat, kegagalan jantung, perdarahan, terbakar, anestesi, infeksi berat, obstruksi intestinal, anemia, dehidrasi, anafilaksis, dan intoksikasi.

Tanda Klinik
Tanda klinik syok bervariasi tergantung pada penyebabnya. Secara umum, tanda kliniknya dapat berupa apatis, lemah, membrana mukosa pucat, kualitas pulsus jelek, respirasi cepat, temperatur tubuh rendah, tekanan darah rendah, capillary refill time lambat, takikardia atau bradikardia (kucing), oliguria, dan hemokonsentrasi (kecuali pada hemoragi).
Tekanan arteri rendah, membrana mukosa pucat, capiilarity refill time (CRT) lambat (>2 detik), temperatur rektal rendah atau normal, takipnea, dan ekstremitas terasa dingin merupakan tanda klinik syok kardiogenik dan hipovolemik. Untuk membedakan syok kardiogenik dengan syok hipovolemik dibutuhkan anamnesis lengkap dan evaluasi jantung.
Pasien yang mengalami syok septik awal, membrana mukosanya mungkin masih merah, CRT cepat (<1 detik), takikardia, demam, dan terasa hangat saat disentuh. Pada perkembangan selanjutnya, membrana mukosa tampak “keruh”, CRT bertambah lambat (>2 detik), pulsus menjadi lemah, dan ekstremitas menjadi dingin. Gambaran unik terjadi pada syok distributif pada kucing yang seringkali menunjukkan bradikardia daripada tekikardia.

Diagnosis
  1. hipotensi. Tanda-tanda vital ortostatik mungkin normal pada individu hipovolemik, atau individu normal dapat memperlihatkan perubahan-perubahan ortostatik. Jadi gunakan pertimbangan klinis. Sebagai tambahan, ingesti alkkohol, makan, atau usia lanjut  dapat menyebabkan perubahan-perubahan ortostatik dalam TD dan nadi.
  2. penurunan diastolic ortostatik sebesar 10 sampai 20 mmHg atau peningkatan nadi sebesar 15 detak/menit daianggap ‘bermakna’
  3. periksa tanda-tanda vital ortostatik, berbaring dan setelah berdiri selama 1-2 menit.
  4. Takikardia biasanya ada tetapi mungkin tidak didapatkan bila ada iritasi diafragma, yang menyebabkan stimulasi vagal.
  5. Hipoperfusi ditandai oleh berkurangnya jumlah urin, daya piker menurun, ekstremitas dingin, bercak-bercak, dll.
  6. Tujuan resusitasi adalah untuk mempertahankan jumlah urin antara 30-60ml/jam.

Trus gimana penangananya??
Penanganan Syok
Tujuan penanganan syok tahap awal adalah mengembalikan perfusi dan oksigenasi jaringan dengan mengembalikan volume dan tekanan darah. Pada syok tahap lebih lanjut, pengembalian perfusi jaringan saja biasanya tidak cukup untuk menghentikan perkembangan peradangan sehingga perlu dilakukan upaya menghilangkan faktor toksik yang terutama disebabkan oleh bakteri.
Pemberian oksigen merupakan penanganan yang sangat umum, tanpa memperhatikan penyebab syok. Terapi lainnya tergantung pada penyebab syok.


Senin, 14 Maret 2011

assalamu'alaikum.....

this is my first blog...
hiiiii....my name is aisyahicha dan ini merupakan blog pertama saia,,, masih sangat simple dan sederhana tapi dimaklumin aja yaaa namanya juga baru belajar...he

_mudah - mudahan bisa memberikan manfaat...